Posted on 6 Juli 2010

0


“Total Football” Ketinggalan Zaman


AFP/ROBIN UTRECHT
Bek Belanda dan kapten Feyenoord Giovanni van Bronckhorst memberikan keterangan pers di Rotterdam, 12 Mei 2010. Ia berencana pensiun sebagai pemain sepak bola usai Piala Dunia 2010.

Selasa, 6/7/2010 | 13:21 WIB
CAPE TOWN, KOMPAS.com — Belanda selama ini selalu identik dengan permainan menyerang atau yang lebih dikenal dengan nama total football. Namun, bagi kapten Giovanni van Bronckhorst, kini bukan lagi zamannya total football. Yang terpenting adalah meraih kemenangan meski harus diperoleh dengan cara pragmatis.

Sejak ditangani Bert van Marwijk, tim “Oranye” memang berubah total. Tak ada lagi permainan cantik yang dulu selalu diterapkan para pendahulu mereka. Meski terus dikritik, Van Marwijk terus mempertahankan pendiriannya terhadap sepak bola pragmatis. Hal ini terbukti sukses karena Arjen Robben dan kawan-kawan tak terkalahkan dalam 24 pertandingan terakhir mereka.

“Banyak tim di turnamen ini yang bilang kami tak memainkan sepak bola indah, tapi nyatanya kami mampu mendapat hasil sempurna di penyisihan grup. Setiap pertandingan, Anda pasti ingin bermain baik. Namun, yang paling penting saat ini adalah meraih kemenangan,” kata Van Bronckhorst.

“Pada masa lalu, kami memulai turnamen dengan baik. Tapi nantinya kami pasti tersingkir dan kalah. Kali ini, kami sudah sangat dekat dan penuh percaya diri. Tentu saja, kami ingin menang dengan sepak bola indah. Tapi yang paling penting adalah memenangi pertandingan. Tim ini selalu ingin bermain sepak bola indah, tapi terkadang hal itu tak terjadi,” sebut Van Bronckhorst.

Pemain Feyenoord itu menekankan bahwa timnya tak mungkin mengubah gaya pragmatis mereka pada babak semifinal. “Akan menjadi lebih sulit karena kami berada di babak empat besar, dan lawan-lawan kami pasti tangguh. Jika kami menang dengan permainan yang cantik, maka itu akan bagus. Namun kami cukup bahagia dengan kemenangan saja,” lanjutnya.

Bagi Van Bronckhorst sendiri, pertandingan melawan Uruguay akan menjadi caps ke-105 bersama “The Flying Dutchmen”. Jika Belanda kalah, maka ini akan menjadi pertandingan terakhirnya karena ia telah memutuskan pensiun setelah Piala Dunia berakhir. (AFP)

Posted in: Olah raga