Ada Mesum di Lantai 1 dan Lantai 2

Posted on 6 Juli 2010

0


ilustrasi

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Dua pasangan non-muhrim saat asyik masyuk di Salon N Kawasan Perdagangan Ujong Banda Aceh dipergoki Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Senin (5/7/2010). Ketika dipergoki, kedua pasangan yang berada di lantai 1 dan 2 itu sedang dalam posisi terbuka pakaian bagian bawah.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Drs Dwi Putrasyah kepada Prohaba mengatakan, ketika pasukannya tiba di Salon N sekitar pukul 15.15 WIB, langsung bergerak cepat ke dalam, termasuk ke lantai 2 bangunan tersebut.

Tim WH memergoki satu pasangan di dalam kamar lantai bawah, yaitu laki-laki berinisial RBM (25) bersama pasangannya berinisial LF (26). Sedangkan anggota tim lainnya yang naik ke lantai 2 mendapati laki-laki berinisial ZAS (30) bersama pasangan indehoinya, EV (25).

Menurut Dwi Putrasyah, kedua pasangan itu langsung diangkut ke Markas Satpol PP dan WH Banda Aceh karena terbukti melakukan khalwat.

“Ketika dipergoki, kedua pasangan itu sudah tidak lagi mengenakan pakaian bagian bawah,” ujar Dwi.

Kedua pria tersebut mengaku kepada petugas WH bahwa mereka sudah membayar LF dan EV kepada kasir di lantai bawah untuk short time masing-masing Rp 150.000.

Hingga tadi malam, Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh mengaku belum mendapatkan keterangan lebih rinci tentang khalwat yang dilakukan kedua pasangan tersebut di Salon N yang selama ini, menurut Dwi, sering digunakan sebagai tempat prostitusi.

“Kami belum ada bukti mereka sudah melakukan hubungan badan. Namun, saat digerebek petugas, kedua pasangan itu dalam keadaan tidak mengenakan pakaian bagian bawah. Mereka disuruh mengenakan kembali pakaian yang sudah terbuka itu dan dibawa ke kantor untuk diminta keterangan lebih lanjut,” kata Dwi Putrasyah.

Kedua pasangan tersebut, menurut Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, sudah dititipkan untuk sementara ke sel tahanan Mapolsek Baiturrahman karena pihaknya tidak berhak menahan selama 24 jam di Markas Satpol PP dan WH.

“Kami bawa mereka lagi ke kantor untuk diminta keterangan lebih lanjut sekaligus di-BAP-kan,” ujar Dwi Putrasyah.

Dwi juga mengatakan, pihaknya akan memanggil pemilik Salon N untuk dimintai keterangan dan diberi peringatan karena Salon N sudah sering melakukan pelanggaran dan menyalahi izin yang dikeluarkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh.

“Kemungkinan kita akan melakukan penyegelan seperti Salon A yang sepekan lalu kita lakukan. Kita akan segera kirim surat ke Wali Kota Banda Aceh untuk perkara tersebut,” kata Dwi. (*)

Sumber :Serambi Indonesia

<!–/ halaman berikutnya–>

Posted in: Sosial