Stop Merokok !!! Bahaya Merokok Mengancam Hidup Anda

Posted on 22 Juli 2010

0


Banyak asumsi negatif yang menjadi pemicu munculnya keinginan “coba-coba” pada kalangan remaja dan ini tidak terlelpas dari aspek psikologis remaja pada masa akil balik yang serba ingin mengetahui. Masalahnya, apa jadinya jika aspek seperti ini salah kaprah dan menjadi gerbang pembuka terciptanya kebiasaan buruk yangsangat sulit dilepaskan.
Banyak contoh yang bisa dijadikan bukti seperti kecenderungan remaja mengkonsumsi narkoba, merokok, juga terjun kepergaulan bebas. Semuanya berujung kepada kebiasaan buruk dan akan menjadi masalah jika ternyata kebiasan itu juga menjadi sebuah ketergantungan dan sangat merugikan kesehatan remajayang sedang dalam proses pertumbuhan fisik.
Merokok adalah salah satunya. Tidak sulit untuk bisa mendapati atau memergoki anak sekolahan dengan sebatang rokok disela jari-jari dengan mimik menikmati dan menjadi kebiasaan yang tidak terlepaskan. Bisa dipastikan para orang tua yang saat ini secara rutin merokok pasti pernah melalui fase remaja tadi.
Pada akhirnya rokok yang mengandung zat candu juga akan membawa remaja-remaja ini menjadi perokok aktif.
Pemerintah pada dasarnya mempunyai peran dalam menjaga kesehatan anak. Kebijakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang berangkat dari undang-undang perlindungan anak no.23 tahun 2002 pasal 44 ayat (1) jelas menyatakan pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yangkonfrehensif bagi anak agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan. Melihat kondisi terkini, tidak banyak yang bisa diharapkan karena hingga saat ini jumlah perokok, khususnya dikalangan remaja tetap meningat.
Komisi Perlindungan anak Indonesia dalam siaran persnya menyebutkan bahwa akhir-akhir ini, kebiasaan merokok aktif pada anak remaja cenderung meningkat dan dimulai pada usia semakin muda. Data BPS jumlah perokok pemula, umur 5-9 tahun naik secara signifikan. Hanya dalam tempo tiga tahun (2001-2004) persentase perokok pemula naik dari 0.4 menjadi 4,8 persen. Berdasarkan penelitian LPKM Universitas Andalas mengenai pencegahan merokok bagi anak umur dibawah 18 tahun yang dilakukan kota padang menunjukkan lebih dari 50% responden memulai merokok sebelum usia 13 tahun.
Adalah Pemprov DKI yang telah memberlakukan Perda No 2/2005 tentang pengendalian pencemaran udara dan peraturan Gubernur No.75/2005 tentang kawasan bebas merokok. Sanksi yang diberikan terhadap pelanggar adalah hukuman kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta. Seharusnya demikianlah peraturan dibuat di negeri ini dan daerah lain boleh sesegera mungkin bergegas untuk melakukan hal yang serupa.
Peraturan baru tentunya membutuhkan proses dan sangat wajar jika beberapa pelanggaran masih saja terjadi tapi seiring perjalan waktu, jika peraturan ini memiliki supremasi dari pihak terkait maka dapat dipastikan langkah baru menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan pencemaran telah dimulai.
Peraturan diatas secara langsung memang tidak secara langsung bisa menjadi senjata pamungkas untuk memberikan efek jera terhadap remaja yang masih merokok. Bukan rahasia, remaja selalu saja mencari tempat dan aman untuk bisamerasakan asap rokok. Contoh betapa sulitnya mereka dihentikan tergambar jelasdari sikap kucing-kucingan antara guru dan murid ataupun orang tua dan anak.
Kembali ke asumsi negatif, di awal tulisan ini, banyak ungkapan yang begitu familiar tentang merokok. Beberapa remaja mengartikan merokok sebagai aplikasi keberanian dan upaya memperlihatkan diri menjadi seorang yang terlihat lebih berwibawa. Sikap flagiat seperti ini tentunya didapat dari para dewasa termasuk orang tua yang mereka panuti termasuk aksi bintang film yang acap memerankan sikap merokok sebagai predikat penting seorang hero dan sikap santai. Maka tidak jarang ada ungkapan “kamu bencong kali, ni merokok biar macho,” dan ini walaupun tidak terucap menjadi justifikasi para remaja ketika menghisap sedikit demi sedikit asap rokok dimulutnya sebelum pada akhirnya menjadi kecanduan.
Kebiasan merokok terjadi hampir diseluruh penjuru dunia. Data yang diperoleh darisitus http://www.chem-is-try.org, mayoritas perokok di dunia adalah dan pria memiliki popuilasi yang jauh lebih besar dibanding wanita. Untuk pria, persentasinya adalah 47 persen dan sedangkan 12 persen adalah wanita. Jumlah yang sangat banyak dan ini akan terus bertambah jika anak-anak remaja pada saat ini diberi kelonggaran untuk menikmati nikotin.
Masih dari situs yang sama disebutkan beberapa hal yang sangat berbahaya darimerokok. Akan ada pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu di atas 800 derajat celcius akibat munculnya senyawa baru dan terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara. Reaksi lain yakni pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lain akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen dan dikenal dengan reaksi pirolisa. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek. Walau tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mampu berdifusi dalam darah. Proses ini dapat berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisas ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan oksigen. Hal ini tidak terjadi pada proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800 derajat celcius langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37 derajat celcius. Selin itu terjadi jugapenguapan air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400 derajat celcius. Nikotin yangmenguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran.
Pada temperatur di bawah 100 derajat celcius nikotin sudah mengkondensasi lagi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai pada paru-paru nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.
Jadi, jika ditinjau dari proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, pembakaran miyak tanah dikompor, proses pembakaran batu bara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen.
Sedangakan jumlah kematian dan klaim perokok yang didapat dari hasil penelitian World Healt Organization (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang di seluruh dunia. Berarti dalam satu tahun terdapat 4,9 juta kematian di duniayang disebabakan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker). Selain itu juga asap rokok memiliki benzopyrene yaitu pertikel-partikel karbon yanghalus dihasilkan akbibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terhadap sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Para ahli mengkalim bahwa mendapatkan kenikmatan dan dapat meningkatkan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas, merupakan klaim yang salah tentang rokok. Malah yang terjadi adalah sebaliknya dimana bisa menurunkan produktivitas akibat terbaginya antara waktu merokok dan bekerja. Disebutkan jugabahwa penelitian terbaru, merokok dapat meurunkan IQ.
Sisi remaja sebagai masa awal pemula perokok pasif mempunyai rantai penting terhadap munculnya jutaan perokok. Informai di atas sudah cukup sebagai bukti mengapa rokok begitu sangat berbahaya. Remaja-remaja anda mungkin salah satunya dan silahkan memilih apakah anda aka berhenti dan menyerah untuk setiap saat melarang anak-anak anda mencoba untuk merasakan rokok? Apakah anda lelah main kucing-kucingan dengan anak anda? Jika ingin menginginkan anak-anak tumbuh sehat maka bertahanlah untuk melakukan itu termasuk memberikan atensi terhadap pembentukan peraturan baru di daerah anda untuk menerbitkan sebuah regulasi yang mengatur tentang bahaya merokok. Slahkan memilih, mau sehat atau menjadi bagian nominal jumlah orang yang meninggal per setiap jamnya karena merokok.

Posted in: Aneka_tips