Akbar: Ibukota Paling Tepat Pindah ke Jonggol

Posted on 6 Agustus 2010

0


Bila harus pindah ke luar Jawa, biaya yang dibutuhkan cukup besar.
VIVAnews – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tandjung ikut berpendapat soal wacana pemindahan ibukota. Indonesia seharusnya memang meniru Malaysia, yang memindahkan kota pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. 
Tapi, menurut Akbar Tandjung, pemindahan ibukota bukan berarti pindah antar pulau, atau keluar dari pulau Jawa. “Saya setuju dipindahkan, tapi tidak perlu jauh-jauh dari Jakarta. Tidak usah keluar pulau luar Jawa,” kata Akbar Tandjung ditemui VIVAnews, tadi malam.
Apalagi, kata Akbar, harus dipindahkan jauh-juah ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang membutuhkan jumlah investasi dan biaya besar. 

Akbar menyontohkan, untuk membangun kota baru, pastinya akan memerlukan investasi yang sangat besar. Seperti waktu zaman Soeharto yang pernah mewacanakan pemindahan ibukota ke Jonggol, Jawa Barat.

“Saya kira kita bisa memanfaatkan Jonggol untuk ibukota. Di sana saya tahu ada tanah yang luas dan cukup untuk pusat pemerintahan,” tutur Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar.

Selain luas, Jonggol juga dekat dengan Jakarta. Dengan demikian, tidak perlu lagi  membangun sebuah kota baru di luar Jawa, yang tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

Wacana pemindahan Ibukota menurut Akbar adalah tepat, dan memang sudah saatnya Jakarta dipindahkan. Apalagi, sebagai ibukota, Jakarta sudah sangat padat. Sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, industri, wisata dan lainnya di Jakarta sudah tidak mampu lagi menanggung beban.

“Dan tempat yang tepat untuk pindah, tidak ada salahnya pemerintah melirik Jonggol menjadi pusat pemerintahan,” paparnya.

Berbeda dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang setuju memilih Palangkaraya sebagai ibukota Indonesia. Alasannya letaknya di tengah, bebas bencana dan lahannya luas. “Palangkaraya sangat bagus untuk dijadikan ibukota, dan sangat cocok,” jawab Mega. (umi)

• VIVAnews

Posted in: Nasional