Arung Jeram di Sungai Logawa

Posted on 13 Oktober 2010

0



Uji Nyali Tanpa Harus Menunggu Malam

image

MENGUJI nyali tidak hanya ditemui di tempat-tempat angker seperti di rumah atau bangunan tua, tapi uji nyali bisa dilakukan di ruang-ruang terbuka, bahkan di tempat rekreasi sekali pun.
Di sungai Logawa, Banyumas, misalnya, orang bisa melakukan uji nyali berkaitan dengan kegiatan arung jeram. Di sini seseorang bisa menguji keberanian kapan pun, tanpa harus menunggu malam hari.
Olahraga arung jeram di sepanjang ruas sungai itu bisa membuat adrenalin pelakunya bergejolak. Sebab, olah raga yang penuh tantangan ini harus mengarungi keganasan sungai yang berada di bawah kaki Gunung Slamet yang memiliki susunan batu-batu cukup terjal dan berukuran besar.     
Meskipun rute yang cukup sulit, namun tidak membuat sekelompok anak muda yang masih penasaran untuk berarung jeram menyusuri aliran arus deras di sungai itu dengan menggunakan perahu karet. Setelah mendapatkan petunjuk teknis tentang olahraga arus deras ini dari operator Logawa Rafling, para raflter langsung mempersiapkan diri untuk turun ke air.

Sebelumnya, raflter menggunakan sebuah rompi dari busa yang difungsikan sebagai pelampung, memakai helm dan mengambil dayung. Beberapa operator pun mendampingi raftler ketika memakai perlengakapan itu agar sesuai dengan standar prosedur keamanan. Serta mengajari mereka cara mendayung di darat.

Setelah persiapan selesai, para raftler pun turun ke bawah untuk menuju perahu karet yang telah disiapkan para operator di tepi sungai. Dalam satu perahu biasanya ditumpangi sekitar lima orang, termasuk operator yang membantu, apabila perahu yang ditumpangi mendadak tersangkut batu.
Histeris
Para pengarung ini pun mulai meluncur ke bawah saat track pertama, perjalanannya mulus. Namun, saat perahu berada di tengah sungai, karena hempasan arus yang cukup deras membuat perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba oleng dan tersangkut di batu. Sehingga perahu para raflter menjadi berhenti.
Saat itu wajah para raflter berubah terlihat tegang, spontan ada di antara raflter berteriak histeris karena ketakutan apabila perahu terbalik dan terjatuh ke dalam air. Namun, para operator dengan sigap mengangkat perahu agar kembali ke posisi yang benar sehingga bisa berjalan. Dengan kerjasama tim, sekelompok pemuda yang tertarik ikut arung jeram tersebut bisa melalui semua tantangan aliran deras sungai.
Bagi pengunjung yang akan mencoba berarung jeram bisa membayar sebesar Rp 80.000 per orang. Para pengunjung bisa memilih rute lintasan dengan panjang tujuh kilometer yang bisa ditempuh tiga setengah jam atau lintasan yang hanya panjang empat kilometer dengan jarak ditempuh selama dua jam.

(yulianto/CN15)

Posted in: Wisata