Kenali Kerusakan Lewat Gejala Fisik

Posted on 22 Oktober 2010

0


Kenali Kerusakan Lewat Gejala Fisik

Senin, 21 Juni 2010 12:56 WIB     

Pada usia tertentu mobil akan mengalami penurunan kondisi. Hal itu berkaitan dengan tingkat keausan komponen baik akibat pemakaian, kondisi jalan maupun usia komponen itu sendiri. Namun dengan jumlah yang sangat banyak, sulit rasanya jika kita harus mengecek kondisi tiap komponen.

Beberapa penyakit pada mobkas memang bisa dideteksi langsung dengan mata. Namun banyak juga gejala kerusakan yang baru muncul ketika Anda melakukan test drive.  Makanya, jangan ragu untuk meminta test drive  mobkas yang sedang Anda incar.

Dengan melakukan test drive,  Anda bisa mengetahui kerusakan apa saja yang muncul. Nah, ada beberapa kerusakan umum yang terjadi di kebanyakan mobil bekas. Dengan mengenali gejala penyakit umum ini, tentu bisa dijadikan bahan pertimbangan sekaligus persiapan dana untuk perbaikan jika memang ingin membelinya.

1. Gejala: Setir bergetar pada kecepatan tertentu
Umumnya, penyakit ini disebabkan roda depan sudah tidak balans. Jika getaran itu juga dirasakan di bangku driver,  kemungkinan roda belakang juga tidak balans. Membalans roda dengan biaya sekitar Rp 30 ribu, getaran itu bisa hilang.

2. Gejala: Ketika melindas gundukan, mobil memantul lebih dari dua kali
Kondisi ini lebih sulit dideteksi jika kecepatan melindas gundukan terlalu pelan. Coba gunakan kecepatan sedikit lebih tinggi untuk melindas gundukan berikutnya. Umumnya penyakit ini disebabkan keausan atau kerusakan sokbreker. Kerusakan ini terjadi karena umur sokbreker.

Anda bisa memeriksa kondisi fisiknya setelah test drive.  Dengan mengganti sokbreker baru dengan kisaran harga Rp 1-2 juta, masalah ini bisa tuntas.

3. Gejala: Sejak kecepatan rendah, mobil terasa bergoyang
Jika Anda merasakan goyang bodi selaras dengan setir, bisa jadi salah satu pelek roda depan sudah peyang. Namun jika pelek roda belakang yang peyang, biasanya goyangan begitu terasa jika duduk di bangku belakang.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda bisa mereparasi pelek dengan biaya sekitar Rp 150 ribu per piece.  Usai test drive,  tak ada salahnya Anda mengecek juga kondisi pelek ban serep. Penyebab lainnya, salah satu roda tidak terpasang dengan baik akibat pemasangan baut roda yang kurang kencang.

4. Gejala: Ketika jalan lurus, posisi setir tidak lurus
Kemungkinan setir pernah dilepas dan ketika pemasangan kembali, posisi roda kemudi tidak lurus. Sehingga tidak selaras dengan arah ban. Kemungkinan lain adalah masalah sudut-sudut keselarasan roda. Dengan melakukan wheel alignment   (spooring) di bengkel, masalah ini bisa dihilangkan.

Tapi jika Anda mengajak mekanik, sebaiknya cek pula komponen sistem kemudi. Terutama jika gejala ini muncul setelah Anda melindas gundukan atau lubang jalan. Indikator lainnya yakni kondisi keausan tapak ban yang tidak merata. Jika ini yang terjadi, perbaikan sistem kemudi bisa menelan biaya besar.

5. Gejala: Ketika setir dilepas, mobil cenderung mengarah ke salah satu sisi
Jika Anda berada di jalur kiri dan mobil cenderung ke kiri, biasanya karena permukaan jalan yang memang miring ke kiri. Untuk memastikannya, coba cek tekanan angin semua ban. Sekaligus memeriksa apakah kedua roda depan menggunakan ukuran yang sama. Jika berbeda ukuran ban, masalah bisa selesai dengan menyamakannya.

Namun jika terjadi ketika Anda melaju di permukaan jalan yang rata, artinya perlu melakukan wheel alignment  di bengkel. Sementara kemungkinan terburuk adalah penyakit ini disebabkan konstruksi sistem kemudi mengalami kerusakan.

Coba periksa apakah ada batang kemudi di kolong mobil yang melengkung. Biasanya hal ini terjadi karena pernah terbentur benda keras atau menggunakan batang itu sebagai kaitan ketika ditarik mobil lain. Kondisi ini membahayakan untuk dikemudikan.

6. Gejala: Muncul suara berdengung dari roda ketika melaju di jalan aspal mulus
Suara dengung ini bisa muncul akibat pengunaan ban baik standar maupun aftermarket  dengan motif kembang yang cukup besar atau untuk keperluan off-road. Penyebab lainnya adalah rotasi ban yang sudah lama tidak dilakukan.

Coba periksa kondisi ban depan dengan meraba bagian pinggir tapaknya secara perlahan dalam dua arah. Namun hati-hati jika ada benang baja yang sudah keluar atau benda tajam lain. Ketika diraba ke satu arah terasa mulus, tapi saat berbalik arah Anda mendapati kembang ban lebih tajam atau kasar, kondisi ini bisa menimbulkan dengung.

Hal ini umumnya muncul akibat pemakaian. Begitu pula desain ban yang umumnya menggunakan kembang yang cukup tebal di bagian pinggir tapak yang berguna untuk membuat jalur air ketika hujan. Solusinya adalah dengan merotasi ban.
dikutip dari:
Penulis Ary Damarjati
Posted in: Oto_Mobil