Fenomena Penampakan Mbah Petruk Sebelum Letusan Merapi

Posted on 16 November 2010

0


Berita penampakan mbah petruk di waktu subuh, sebelum letusan pertama gunung merapi, terekam oleh kamera berupa awan yang muncul di puncak merapi, Heboh Foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk


Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB dari rumahnya. “Usai salat subuh, saya begitu melihat puncak Merapi kok ada awan bentuknya aneh. Langsung saya abadikan dengan kamera digital,” ujar Suswanto. “Beberapa sesepuh dan orang-orang tua desa menyatakan jika sudah terlihat kepala Mbah Petruk atau Nyai petruk yang sudah menagih janjinya maka akan terjadi letusan di puncak Gunung Merapi yang sangat besar,” tegas Suswanto.
Sugihartono, tetangga Suswanto, mengatakan warga setempat sangat mempercayai mitos Mbah Petruk atau Nyai Petruk. Mitos itu dipercaya secara turun-temurun. Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi di Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi di puncak Merapi.
Saat menyepi di Merapi, Brawijaya bertemu dengan seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. “Mbah Petruk kemudian mengeluarkan sabda jika Ada pemimpin di sekitar Merapi yang tidak benar dirinya akan menagih janji,” ujar Sugihartono. Sugihartono menjelaskan dalam foto itu kepala Mbah Petruk menghadap ke Selatan. Ini artinya letusan Merapi yang terbesar akan menimpa di Yogjakarta dan sekitarnya. “Kucir belakang dan hidung tajamnya menghadap ke selatan, Yogjakarta. Maka diperkirakan yang akan mendapat akibat besar adalah kota Yogjakarta dan sekitarnya,” tegas Sugihartono.
Mbah Diur (54), sesepuh Dusun Gantan, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Magelang menjelaskan Merapi secara filosifi dan metafisis dikuasai beberapa arwah dari orang yang mumpuni. Salah satunya Nyai Petruk atau Mbah Petruk yang menguasai bagian puncak bersama mahkluk gaib lainnya, Den Mas Anwar, anak dari Pangeran Samber Nyawa penguasa Gunung Lawu. “Petruk menguasai kawah dan Den Mas Anwar menguasai bagian puncak sampai ke dalamnya,” tegas Mbah Diur.
Ada lagi tokoh ghaib lainnya yang diyakini berdiam di Gunung Merapi. Tokoh ghaib itu adalah pangeran Sambang Dalan, penguasa sisi kanan kiri lereng Merapi. (djo/djo)

Benarkah penampakan itu adalah simbol dari letusan merapi yang sangat besar ?
Baik awan, langit, udara, air dan semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah swt. Ketika berbentuk sesuatu sesungguhnya kehendak Allah semata, bahwa sebuah awan itu terjadi, kita semua menyadari bahwa di alam semesta ini bermilyar peristiwa yang terjadi, hal yang tidak masuk akal, adalah bermilyar peristiwa itu HANYA mampu di tangani oleh akal manusia sendiri.
Kejadian penampakan mbah petruk pada dimensi tertentu merupakan sebuah gambar awan yang oleh beberapa orang dapat dibaca sebagai sebuah warning, namun jika warning itu dikaitkan dengan mahluk halus (penunggu merapi) maka sesungguhnya kekuatan mahluk halus itu amat-lah lemah. Dia tidak bisa mencelakai manusia, karena tugas dia adalah menggoda manusia, sesuai janji dia ketika turun ke bumi.

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. . Surah (7) Al-A’raf ayat: 14
Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

Itulah kekuatan mahluk halus beserta anak cucunya, sehingga prespektif yang berbelok arah, ketika penampakan foto mbah petruk diatas adalah “menagih janji sehingga dia membuat bencana di merapi dan yogyakarta”.
Berkaca dari meninggalnya mbah marijan, tgl 26-oktober-2010, dimana saat itu beliau dan para pengikutnya tidak mengungsi, yang salah satunya menunggu wangsit dari mbah petruk, baca Mbah Marijan Meninggal, Posisi Sujud Atau Disujudkan ? maka sebuah kehendak Allah telah terjadi pada diri mbah marijan, dimana usia beliau sampai dia meninggal dunia adalah 83 tahun (lahir 1927 sampai 2010). Itulah sebuah makna dari 83 yang tiada lain sebuah 8+3=SEBELAS, sama persis dengan foto penampakan mbah petruk yang terjadi tgl 25-10-2010, dimana semua di satukan, terjadilah 2+5+1+0+2+0+1+0=SEBELAS juga.
Apakah makna kehendak Allah swt pada diri mbah marijan sebagai tetapan usia 83 tersebut dan penampakan foto bayangan ‘mbah petruk’ diatas ? secara septintas diulas bahwa kematian mbah marijan menunjukkan sebuah memori, baca Mbah Marijan Meninggal, Mengapa Tepat tgl 26-oktober-2010 ?.
Kehendak Allah swt diatas SEBELAS itulah sebagai sebuah peringatan bagi kita semua akan arti 11 itu sendiri, dimana tercatat sebuah firman Allah swt dari surat 11 ayat 1 sampai 4 :

Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci , yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Itulah makna kehendak Allah swt atas diri mbah marijan yang di tutup usia pada 83 yang ketika itu masih menunggu wangsit mbah petruk, padahal bayangan ‘mbah petruk’ sudah menampakkan diri sebelumnya,Kronologi Detik-detik Wedhus Gembel Sergap Rumah Mbah Maridjan

Selain Mbah Marijan, dua orang lain yang terjebak dan tidak bisa dievakuasi adalah Mbah Poniman dan istrinya, tokoh masyarakat Desa Kepuhardjo. Seperti juga Mbak Marijan, Mbah Poniman juga enggan dievakuasi sejak dini karena menunggu wangsit dari Petruk.

Dengan demikian, baik bayangan mbah petruk dan meninggalnya mbah marijan, tiada lain sesungguhnya kehendak Allah swt atas peristiwa itu, hingga itulah, pesan yang cukup jelas bagi yang percaya kepada mbah petruk, “agar kamu tidak menyembah selain Allah.”
by. blog sebelah….

Posted in: Warta Nasional