Tentang Timor

Posted on 17 Januari 2011

0


Bagian 1
MENGENAL BAGIAN-BAGIAN MESIN
Berikut adalah istilah-istilah pada mesin dan bagian-bagian mesin yang dirasa perlu kita ketahui :
• DOHC
Double Over Head Camshaft (disebut juga twincam). 2 (dua) camshaft dalam 1 (satu) cylinder head. Pada timor, diaplikasikan pada S515i yang menggunakan teknologi injeksi pada system pembakarannya.
• SOHC
Single Over Head Camshaft. 1 camshaft dalam 1 cylinder head, pada timor diaplikasikan pada S515 yang menggunakan teknologi karburator pada system pembakarannya.
• ECU (DOHC)
Engine Control Unit, dikenal juga dengan EMS atau Engine Management System, adalah system elektronik yang mengontrol beberapa aspek pada mesin. ECU menentukan jumlah bensin, waktu pengapian dan beberapa parameter lain yang dimonitor oleh sensor yang ada dimesin yang memberikan signal berupa besaran arus atau resistansi.
Letaknya kurang lebih di bawah tape mobil (didalam Kabin)

• TPS (DOHC)
Throttle Position Sensor, adalah sensor yang digunakan untuk memonitor posisi throttle pada mesin.
Sensor ini biasanya berbentuk potensiometer yang berubah-ubah nilai resistansinya sesuai dengan posisi daripada flap. Signal yang dihasilkan kemudian dikirimkan ke ECU sebagai input untuk mengontrol Waktu pengapian dan waktu injeksi.
Biasanya terletak pada Throttle body bagian butterfly spindle (flap throttle), sehingga dapat secara langsung memonitor posisi bukaan dari flap tersebut.
• ATS (DOHC)
Air Temperature Sensor, sensor yang berfungsi untuk menghitung temperatur udara yang masuk.
Letaknya pada belalai gajah
• MAP Sensor (DOHC)
Manifold Absolute Pressure Sensor, adalah sensor yang menghasilkan informasi tekanan secara instant yang digunakan untuk menghitung kepadatan udara (air density) dan menentukan Air Mass Flow Rate yang kemudian digunakan ECU untuk menghitung jumlah aliran bahan bakar yang sesuai,
Data-data lain yang diperlukan untuk kendaraan yang menggundakan MAP system adalah Speed Density, Putaran mesin, dan temperatur udara.
Letaknya diatas pipa AC (diruang Mesin), berbentuk kotak hitam ukuran sebesar korek api.
• WTS (DOHC)
Water Temperature Sensor, sensor yang berfungsi untuk menghitung temperatur air pendingin yang bersirkulasi di dalam mesin.
Letaknya di dekat transmisi
• ATS (DOHC)
Air Temperature Sensor, sensor yang berfungsi untuk menghitung temperatur udara yang masuk.
Letaknya pada belalai gajah
• ISC (DOHC)
Iddle-up Speed Control, adalah part yang berfungsi untuk menjaga iddle / putaran mesin pada saat beban lain menyala, seperti AC dan Power Steering. Berfungsi juga sebagai automatic choke pada saat mesin dingin, pada timor karburator (SOHC) alat yang kurang lebih berfungsi sama dikenal dengan nama Vaccum Tripple Act.
• HLA(DOHC/SOHC)
Hydraulic Lash Adjuster, adalah part yang berfungsi untuk menjaga celah bukaan katup / klep agar tetap 0.00 mm, dengan adanya part ini, timor kita tidak akan pernah stel klep
Letaknya di dalam cylinder Head, jumlahnya 16 untuk DOHC, 8 untuk SOHC. Gunakan Selalu Oli SAE 10w-40… penggunaan Oli yg lebih kental (mis. 20w-50) akan merusak HLA & menurunkan kinerja Mesin
• Ignition Timing / Waktu pengapian (DOHC/SOHC)
Adalah waktu pengapian (spark/ignition) yang terjadi pada combustion chamber (pada saat power stroke) relativ terhada posisi piston dan kecepatan angular crankshaft.
Setting yang tepat akan mempengaruhi ketahanan mesin, keiritan bahan bakar dan performa mesin
Untuk DOHC standar pengapian 8 +/- 2 derajat
Untuk SOHC standar pengapian 4 +/- 2 derajat
• Timing Belt (DOHC/SOHC)
Part yang berfungsi untuk mengontrol timing dari katup. Timing belt menghubungkan crankshaft dengan camshaft yang kemudian mengontrol buka dan tutupnya katup.
Letaknya di samping kiri cylinder Head, bentuknya belt yang bergigi pada bagian dalamnya, pada penggantian timing belt disarankan untuk sekalian mengganti idler-nya.
• Radiator (DOHC/SOHC)
Adalah alat yang didesign sebagai heat exchanger atau untuk mentransfer energi panas dari satu media ke media lain untuk keperluan pendinginan atau pemanasan. Radiator TImor sudah lebih dari cukup, Lakukan Pembersihan Kisi-kisi radiator setiap minimal setahun sekali. dan gunakan Radiator Coolant agar mencegah karat pada sistem pendingin.

RADIATOR / ENGINE COOLING SYSTEM
Salah satu masalah yang berhubungan denga radiator adalah Overheat.
Overheat adalah penyakit yang sangat di takutkan oleh setiap pemilik kendaraan. Karena efek dari overheat ini bisa jadi sangat fatal akibatnya pada mesin kendaraan.

Overheat bisa terjadi jika cooling system (system pendingin) pada mesin tidak bekerja dengan baik, diantaranya:
• Fan radiator dan extra fan yang tidak bekerja semestinya
• Thermostate yang tidak lagi bisa membuka dengan sempurna
• Pompa Air yang sudah udzur
• Supply bahan bakar yang tidak tepat
• Pengapian yang tidak tepat
• Adanya kebocoran pada system pendingin sehingga coolant berkurang (water plug pada blok mesin, pipa-pipa air, radiator dll)
• Radiator yang tersumbat, yang mengakibatkan sirkulasi coolant tidak mulus
• Tutup radiator yang sudah tidak mampu menahan tekanan, dan mengakibatkan coolant selalu berkurang.
• Sirkulasi angin yang tidak lancar terhadap kisi-kisi radiator, biasanya ini terjadi dikarenakan pemasangan lampu tambahan atau accessories lainnya atau karena kisi-kisi radiator kotor.
Bagi pengendara kendaraan yang awam mungkin ciri ciri di bawah ini bisa menjadi acuan tanda-tanda dini deteksi overheat:
• Terjadi ngelitik berkepanjangan saat setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sementara tidak terjadi saat mesin masih cukup dingin.
• Tenaga mesin berkurang saat mesin sudah cukup panas
• Temperature gauge menunjukan suhu lebih tinggi dari standarnya, bahkan bisa mencapai garis merah.
Efek samping dari overheat yang terjadi bias beraneka ragam dari yang ringan ringan saja sampai yang paling parah bisa menyebabkan mesin amburadul.
Efek overheat ini diantaranya dapat menyebabkan,
• Seal-seal bocor, sehingga terjadinya kebocoran oli
• Bercampurnya air dan oli sebabkan oleh lepasnya rekatan packing cylinder head dan biasanya disertai melengkungnya cylinder head.
• Pada keadaan ekstrim overheat bisa menyebabkan juga baretnya cylinder bore dan piston dikarenakan pemuaian yang berlebihan dapat menyebabkan piston dan kawan kawan rusak parah karena piston yang sudah tidak bisa bergerak lagi karena pemuain tadi akan tetapi tetap di tarik oleh putaran crankshaft yang masih bekerja dan akibatnya piston patah dan lepas dari stangnya.
• Beberapa kasus overheat dapat menyebabkan juga jebolnya blok mesin yang di hajar oleh conrod atau stang piston karena masalah diatas.
• Pemuaian akibat overheat yang parah dapat juga menyebabkan Crankshaft patah, loooohhh kok bisa? Ya karena panas berlebih bisa menyebabkan metal fatig (kelelahan metal) dan akibat dari yang saya sebutkan diatas piston stuck, crankshaft masih berusaha berputar tetapi tidak kuat dan akhirnya kraaakkk patah.
Tentunya kita tidak ingin kejadian-kejadian diatas menimpa kendaraan kita bukan? Nah gimana sih cara penanggulangannya?
Caranya sebenarnya mudah saja, diantaranya….
• Kenalilah gejala-gejala dini overheat seperti disebutkan di atas
• Kenalilah penyebab over heat diatas dan periksalah kondisi system pendingin (cooling system) secara periodik
• Gantilah komponen pendukung cooling system jika sudah melebihi 100ribu km atau paling tidak 5 tahun mana yang tercapai terlebih dahulu. Seperti thermostate, water pump dll
• Jangan anggap enteng berkurangnya coolant pada reservoir dan bahkan radiator
• Biasakan dalam setiap perjalan untuk memonitor panel instrument terutama water temperaturnya
• Konsultasikan pada ahlinya atau bengkel yang anda percaya, jika diperlukan
Bila Terjadi Overheating
Pengemudi seharusnya merasa terganggu bila salah satu lampu kontrol dalam odometernya menyala. Karena, memang lampu itu diciptakan untuk memperingatkan pengemudi bahwa telah terjadi kerusakan sehingga lampu kontrol menyala.
Salah satu lampu kontrol itu berkait dengan temperatur mesin. Bila bagian ini menyala, pengemudi harus segera mengambil lengkah yang benar supaya mobil tidak tambah amburadul. Karena, bila lampu kontrol suhu mesin menyala, berarti mobil bersangkutan mengalami overheating.
Banyak penyebab terjadinya overheating. Namun, dalam keadaan mobil dikendarai di tengah lalu lintas padat, pengemudi disarankan untuk segera menghentikan mobil tersebut untuk melakukan pengamanan darurat, sebelum membawanya ke bengkel terdekat.
• Jangan mencoba memaksakan mobil tetap terus dikendarai bila tak menginginkan mesin kendaraan bakal lebih rusak. Karena, bila lampu kontrol temperatur menyala, itu berarti mesin mobil mengalami overheating (panas yang kelewat batas).
• Dalam kondisi mobil normal, betapa pun suhu udara sedang terik, atau ketika kendaraan dibawa melaju dan kerap berhenti — dengan mesin tetap menyala — lampu kontrol tak bakal menyala bila memang tak terjadi kerusakan rangkaian sistem pendingin mobil tersebut.
• Lalu, bagaimana menghadapi keadaan overheating, supaya kerusakan tidak semakin parah? Berhentilah mengemudi secepatnya. Setelah menepikan mobil, matikan mesin dan bukalah penutupnya supaya mesin cepat dingin.
• Jangan pernah mencoba membuka tutup radiator kala mesin masih panas. Soalnya radiator itu berisi air panas yang memiliki tekanan tinggi. Karena itu, bila tutup radiator dibuka saat keadaan panas, bakal terjadi semburan air panas yang dapat membahayakan diri. Tunggulah mesin sampai dingin untuk membuka tutup radiator.
• Setelah mesin dingin, bukalah penutup radiator untuk memastikan ketersediaan air di dalamnya. Betapapun mesin sudah dingin — setelah mengalami overheating — bukalah penutup dengan hati-hati dengan cara memutar perlahan dan tunggu hingga keluar suara desis udara dari dalam radiator.
• Kemudian tambahkan air ke dalam radiator secara perlahan, bila memang jumlah air berkurang. Idealnya dilakukan penambahan 50 persen air tawar dan 50 persennya lagi dengan cairan antifreeze atau di sini dikenal sebagai water coolant. Cairan khusus radiator yang banyak diperdagangkan di banyak toko itu berfungsi sebagai antikorosi dan penahan titik didih. Namun dalam kondisi darurat, seperti misalnya Anda tak bisa mendapatkan water coolant, bisa saja penambahan seluruhnya dengan air tawar.
• Setelah mengalami overheating, inspeksi terhadap kemungkinan lain kendaraan kehabisan air radiator perlu juga dilakukan. Biasanya mesin mobil bakal kelewat panas bila sistem pendingin lainnya mulai kipas tambahan, pompa air atau kebocoran pelumas, bisa muncul sebagai penyebabnya.
• Bila didapati kipas tambahan (extra fan) rusak, cobalah untuk memperbaikinya dengan memulai memeriksa komponen relay-nya. Sebab kerusakan bagian ini biasanya yang paling sering membuat kipas tambahan tak berfungsi.
• Biasanya kerusakan kipas tambahan tak membuat mesin kelewat panas. Maka bila telah didapati kerusakan ini dan radiator dipastikan telah terisi air penuh, perjalan dapat dilanjutkan. Tapi, perlu memilih lalu lintas yang tak padat arus, Soalnya kelancaran hembusan udara dari grill depan — dalam keadaan darurat — cukup membantu proses pendinginan mesin.
• Kemudian, bila didapati kebocoran dalam pompa air (water pump), yakinkan jumlah air yang keluar tak terlalu banyak. Bila ini yang terjadi, mobil masih direkomendasikan berjalan dengan catatan air dalam radiator harus sering ditambah.
• Terakhir perlu diketahui, bila mobil dipaksakan berjalan dalam keadaan overheating dipastikan bakal membuat mesin rontok. Diawali dengan keadaan knocking (populer dikenal sebagai ngelitik), mesin kelewat panas dapat mengakibatkan kerusakan gasket, ring bahkan piston mobil bersangkutan. Bila kondisi ini terus terjadi, komponen dalam mesinpun bakal berantakan. Selain itu overheating dapat menyebabkan kapala silinder melengkung dan mesin tak lagi dapat optimal bekerja, walaupun nantinya bagian ini masih dapat diperbaiki dengan cara pembubutan. Dalam batas tertentu, kepala silinder yang melengkung akibat overheating tak lagi dapat diselematkan dengan cara pembubutan, ini karena umumnya kapala silinder terbuat dari campuran aluminium.

Tips
1. JANGAN memakai air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator, gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
2. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
3. Ganti tutup radiator setiap 4 – 5 tahun, tutup aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
4. Ganti hose atas dan bawah ke arah Radiator, hose water feed dan return Throttle Body atau Carburetor, hose reservoir dan hose Heater Core (untuk tipe AC dengan heater) setiap 4 – 5 tahun, harganya murah tetapi sangat vital.
5. Jika sudah berumur 8 – 10 tahun, OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti Radiator Head dan Thermostat.
6. Jangan melepas Thermostat, karena akan mengacaukan suhu kerja mesin serta menyebabkan mesin lebih Boros &coolant mudah menguap.
7. Gunakan Radiator Head original, jangan mengganti dengan Radiator Head dari bahan kuningan, karena jika terjadi over pressure, Packing Cylinder Head yang akan menjadi korban.
8. Periksa motor fan, O-Ring baut pembuangan dan hose ke arah reservoir.
Coen
05-26-2009, 02:19:01
DO IT YOUR SELF & KNOWLEDGE
KURAS RADIATOR Bahan-Bahan :
• Radiator Flus
• Air Accu biru (dikemasannya tertulis “Cocok/dapat digunakan utk Radiator”) sekurang2nya 5 botol
• Air ledeng yg sudah ditamper (ditiriskan) atau aqua gallon
Alat-alat :
• Kunci 10
• Jolang/ Ember ceper yg bisa masuk kekolong mobil
• sarung tangan karet
Prosedur Pengerjaan :
• Malam hari buka pelindung kolong mesin pake kunci 10 (terbuat dari fiber—klo masih ada)
• Buka tutup drain radiator yg dibawah (warnanya putih, bisa dibuka pake tangan). Air akan mengalir keluar sedikit—hati-hati.
• Buka tutup air radiator yg diatas. Hati-hati air akan keluar dengan deras.
• Setelah air keluar semua, segera tutup kembali rapat-rapat tutup drain radiator dan tutup radiator yg diatas. Lanjutkan Esok pagi. (KLO PERLU TEMPELKAN KERTAS DI STEER, TULIS “JGN DINYALAKAN, AIR RADIATOR SEDANG KOSONG”).
• Proses diatas dilakukan, agar pada malam hari ketika raditor menjadi dingin, terjadi kevakuman pada ruang radiator, sehingga air pada botol cadangan akan terhisap ke Radiator. Hal ini untuk menguji :
o Jika terjadi kebocoran pada system radiator maka tidak akan terjadi kevakuman pada radiator, air cadangan tidak terhisap.
o Tidak terhisapnya air cadangan juga bisa jadi disebabkan klep kecil pada tutup radiator sudah seret/tidak bekerja dengan baik.
o Bocornya air radiator bisa juga disebabkan cincin karet pada ujung tutup drain sudah gepeng/rusak. Ganti tutup drain 27.500
• Pagi2, lakukan kembali proses draining
• Tutup drain radiator, isi radiator dengan air tamper/aqua gallon
• Panaskan mesin kira2 5 menit, lakukan kembali proses draining, proses ini diharapkan dapat mengeluarkan kotoran seperti pasir2 lembut, bisa dilakukan berulang2 sesuai selera
• Setelah pembilasan cukup, masukan radiator flush, isi radiator dengan air gallon sampe penuh, panaskan mesin sekurang-kurangnya 20 menit atau sesuai petunjuk pada kemasan radiator flush.
• Ulang proses draining
• Bilas kembali seperti proses
• Isi radiator yg sudah bersih dengan air accu biru, kalo enggak pake coolant kira-+ 3,5-4 botol. Sisanya buat ngisi botol cadangan.
• Nyalakan lagi mesin sebentar, buka lagi tutup radiator utk memastikan air radiator terisi full. Jgn lupa pasang kembali fiber pelindung.

Merawat Radiator

Membersihkan radiator sebetulnya merupakan kegiatan yang seharusnya menjadi salah satu bagian utama kala pengguna mobil ingin merawat kendaraannya secara mandiri.
Berikut upaya merawat radiator sehingga sistem pendingin mobil dapat bekerja optimal.

• Saat mesin dingin.
Sejumlah ahli mekanik radiator menyarankan pengurusan air radiator dilakukan kala mesin dingin. Caranya langsung saja, setelah penutup atas dilepas, keran pengeluaran segera dibuka. Maka air pun akan keluar. Tetapi kebanyakan radiator hanya memiliki keran pengeluaran berukuran kecil dan terletak agak di bagian atas.
Karena itu disarankan untuk mencopot saluran karet di bagian bawah radiator sehingga air akan lebih cepat keluar. Hati-hati saat membuka dan mencopot karet saluran ini. Gantilah saluran karet dengan yang baru bila benda tersebut tak lagi memiliki kelenturan. Saluran karet radiator yang mengeras mudah pecah dan bakal membuat repot karena air radiator pasti akan habis.

• Semprot dengan air bertekanan
Setelah air benar-benar habis, semprotkan air bersih bertekanan melalui lobang atas sehingga air akan keluar di bagian bawah. Tutup dengan tangan lobang besar di bawah hingga air luber di bagian atas dan lepaskan tangan sehingga air deras keluar. Ulangi beberapa kali hingga air yang masuk dan keluar dalam kondisi sama bersih.
Untuk jenis mobil tertentu pencopotan radiator mudah dilakukan. Kalau mobil Anda termasuk jenis ini, ada baiknya mengangkat radiator ketika berencana mengurasnya. Setelah memasukkan air, kocoklah radiator hingga kotoran larut.

• Kemas kembali secara cermat
Setelah mencopot radiator dan membersihkannya, kembalikan pada tempatnya dengan cermat dan hati-hati. Perhatikan ketegakan radiator dan pertahankan jarak ideal terhadap kipas. Lekatkan dan tambatkan kembali karet saluran dan kencangkan klemnya. Ada baiknya sebelumnya dikencangkan klemnya, dilekatkan dengan lem kusus yang dikenal sebagai gasket.

• Kemudian bersihkan kisi-kisi logam yang terdapat hampir pada seluruh permukaan radiator dengan angin bertekanan. Semprotkan ujung kompresor secara merata. Bila sebelumnya radiator dilepas, kegiatan ini dapat diganti dengan merendam radiator dalam ember besar beberapa saat hingga debu dan kotoran meluruh.

• Rapikan kisi dengan ujung obeng
Kebanyakan kisi-kisi radiator tak utuh karena benturan atau terkena kipas saat berputar tak sempurna. Rapikan alurnya satu per satu dengan menggunakan ujung obeng kecil. Kegiatan ini amat membosankan tetapi perlu dilakukan sehingga aliran udara lanncar menghembus badan radiator.

• Pengisian air
Setelah radiator kembali pada tempatnya, isikan air hingga penuh. Lalu nyalakan mesin, dan permukaan air dipastikan akan turun karena sebagian air tersedot dan mengalir di dalam mesin. Biarkan mesin hingga panas dan isikan air hingga penuh, lalu tutupkan penutup dengan benar. Setelah itu isikan air hingga 3/4 permukaan tabung tandon yang biasanya ada di dekat radiator dan terhubung dengan selang kecil.

Bagian 2

RADIATOR / ENGINE COOLING SYSTEM
Salah satu masalah yang berhubungan denga radiator adalah Overheat.
Overheat adalah penyakit yang sangat di takutkan oleh setiap pemilik kendaraan. Karena efek dari overheat ini bisa jadi sangat fatal akibatnya pada mesin kendaraan.

Overheat bisa terjadi jika cooling system (system pendingin) pada mesin tidak bekerja dengan baik, diantaranya:
• Fan radiator dan extra fan yang tidak bekerja semestinya
• Thermostate yang tidak lagi bisa membuka dengan sempurna
• Pompa Air yang sudah udzur
• Supply bahan bakar yang tidak tepat
• Pengapian yang tidak tepat
• Adanya kebocoran pada system pendingin sehingga coolant berkurang (water plug pada blok mesin, pipa-pipa air, radiator dll)
• Radiator yang tersumbat, yang mengakibatkan sirkulasi coolant tidak mulus
• Tutup radiator yang sudah tidak mampu menahan tekanan, dan mengakibatkan coolant selalu berkurang.
• Sirkulasi angin yang tidak lancar terhadap kisi-kisi radiator, biasanya ini terjadi dikarenakan pemasangan lampu tambahan atau accessories lainnya atau karena kisi-kisi radiator kotor.

Bagi pengendara kendaraan yang awam mungkin ciri ciri di bawah ini bisa menjadi acuan tanda-tanda dini deteksi overheat:
• Terjadi ngelitik berkepanjangan saat setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sementara tidak terjadi saat mesin masih cukup dingin.
• Tenaga mesin berkurang saat mesin sudah cukup panas
• Temperature gauge menunjukan suhu lebih tinggi dari standarnya, bahkan bisa mencapai garis merah.

Efek samping dari overheat yang terjadi bias beraneka ragam dari yang ringan ringan saja sampai yang paling parah bisa menyebabkan mesin amburadul.
Efek overheat ini diantaranya dapat menyebabkan,
• Seal-seal bocor, sehingga terjadinya kebocoran oli
• Bercampurnya air dan oli sebabkan oleh lepasnya rekatan packing cylinder head dan biasanya disertai melengkungnya cylinder head.
• Pada keadaan ekstrim overheat bisa menyebabkan juga baretnya cylinder bore dan piston dikarenakan pemuaian yang berlebihan dapat menyebabkan piston dan kawan kawan rusak parah karena piston yang sudah tidak bisa bergerak lagi karena pemuain tadi akan tetapi tetap di tarik oleh putaran crankshaft yang masih bekerja dan akibatnya piston patah dan lepas dari stangnya.
• Beberapa kasus overheat dapat menyebabkan juga jebolnya blok mesin yang di hajar oleh conrod atau stang piston karena masalah diatas.
• Pemuaian akibat overheat yang parah dapat juga menyebabkan Crankshaft patah, loooohhh kok bisa? Ya karena panas berlebih bisa menyebabkan metal fatig (kelelahan metal) dan akibat dari yang saya sebutkan diatas piston stuck, crankshaft masih berusaha berputar tetapi tidak kuat dan akhirnya kraaakkk patah.
Tentunya kita tidak ingin kejadian-kejadian diatas menimpa kendaraan kita bukan? Nah gimana sih cara penanggulangannya?
Caranya sebenarnya mudah saja, diantaranya….
• Kenalilah gejala-gejala dini overheat seperti disebutkan di atas
• Kenalilah penyebab over heat diatas dan periksalah kondisi system pendingin (cooling system) secara periodik
• Gantilah komponen pendukung cooling system jika sudah melebihi 100ribu km atau paling tidak 5 tahun mana yang tercapai terlebih dahulu. Seperti thermostate, water pump dll
• Jangan anggap enteng berkurangnya coolant pada reservoir dan bahkan radiator
• Biasakan dalam setiap perjalan untuk memonitor panel instrument terutama water temperaturnya
• Konsultasikan pada ahlinya atau bengkel yang anda percaya, jika diperlukan

Bila Terjadi Overheating
Pengemudi seharusnya merasa terganggu bila salah satu lampu kontrol dalam odometernya menyala. Karena, memang lampu itu diciptakan untuk memperingatkan pengemudi bahwa telah terjadi kerusakan sehingga lampu kontrol menyala.
Salah satu lampu kontrol itu berkait dengan temperatur mesin. Bila bagian ini menyala, pengemudi harus segera mengambil lengkah yang benar supaya mobil tidak tambah amburadul. Karena, bila lampu kontrol suhu mesin menyala, berarti mobil bersangkutan mengalami overheating.
Banyak penyebab terjadinya overheating. Namun, dalam keadaan mobil dikendarai di tengah lalu lintas padat, pengemudi disarankan untuk segera menghentikan mobil tersebut untuk melakukan pengamanan darurat, sebelum membawanya ke bengkel terdekat.
• Jangan mencoba memaksakan mobil tetap terus dikendarai bila tak menginginkan mesin kendaraan bakal lebih rusak. Karena, bila lampu kontrol temperatur menyala, itu berarti mesin mobil mengalami overheating (panas yang kelewat batas).
• Dalam kondisi mobil normal, betapa pun suhu udara sedang terik, atau ketika kendaraan dibawa melaju dan kerap berhenti — dengan mesin tetap menyala — lampu kontrol tak bakal menyala bila memang tak terjadi kerusakan rangkaian sistem pendingin mobil tersebut.
• Lalu, bagaimana menghadapi keadaan overheating, supaya kerusakan tidak semakin parah? Berhentilah mengemudi secepatnya. Setelah menepikan mobil, matikan mesin dan bukalah penutupnya supaya mesin cepat dingin.
• Jangan pernah mencoba membuka tutup radiator kala mesin masih panas. Soalnya radiator itu berisi air panas yang memiliki tekanan tinggi. Karena itu, bila tutup radiator dibuka saat keadaan panas, bakal terjadi semburan air panas yang dapat membahayakan diri. Tunggulah mesin sampai dingin untuk membuka tutup radiator.
• Setelah mesin dingin, bukalah penutup radiator untuk memastikan ketersediaan air di dalamnya. Betapapun mesin sudah dingin — setelah mengalami overheating — bukalah penutup dengan hati-hati dengan cara memutar perlahan dan tunggu hingga keluar suara desis udara dari dalam radiator.
• Kemudian tambahkan air ke dalam radiator secara perlahan, bila memang jumlah air berkurang. Idealnya dilakukan penambahan 50 persen air tawar dan 50 persennya lagi dengan cairan antifreeze atau di sini dikenal sebagai water coolant. Cairan khusus radiator yang banyak diperdagangkan di banyak toko itu berfungsi sebagai antikorosi dan penahan titik didih. Namun dalam kondisi darurat, seperti misalnya Anda tak bisa mendapatkan water coolant, bisa saja penambahan seluruhnya dengan air tawar.
• Setelah mengalami overheating, inspeksi terhadap kemungkinan lain kendaraan kehabisan air radiator perlu juga dilakukan. Biasanya mesin mobil bakal kelewat panas bila sistem pendingin lainnya mulai kipas tambahan, pompa air atau kebocoran pelumas, bisa muncul sebagai penyebabnya.
• Bila didapati kipas tambahan (extra fan) rusak, cobalah untuk memperbaikinya dengan memulai memeriksa komponen relay-nya. Sebab kerusakan bagian ini biasanya yang paling sering membuat kipas tambahan tak berfungsi.
• Biasanya kerusakan kipas tambahan tak membuat mesin kelewat panas. Maka bila telah didapati kerusakan ini dan radiator dipastikan telah terisi air penuh, perjalan dapat dilanjutkan. Tapi, perlu memilih lalu lintas yang tak padat arus, Soalnya kelancaran hembusan udara dari grill depan — dalam keadaan darurat — cukup membantu proses pendinginan mesin.
• Kemudian, bila didapati kebocoran dalam pompa air (water pump), yakinkan jumlah air yang keluar tak terlalu banyak. Bila ini yang terjadi, mobil masih direkomendasikan berjalan dengan catatan air dalam radiator harus sering ditambah.
• Terakhir perlu diketahui, bila mobil dipaksakan berjalan dalam keadaan overheating dipastikan bakal membuat mesin rontok. Diawali dengan keadaan knocking (populer dikenal sebagai ngelitik), mesin kelewat panas dapat mengakibatkan kerusakan gasket, ring bahkan piston mobil bersangkutan. Bila kondisi ini terus terjadi, komponen dalam mesinpun bakal berantakan. Selain itu overheating dapat menyebabkan kapala silinder melengkung dan mesin tak lagi dapat optimal bekerja, walaupun nantinya bagian ini masih dapat diperbaiki dengan cara pembubutan. Dalam batas tertentu, kepala silinder yang melengkung akibat overheating tak lagi dapat diselematkan dengan cara pembubutan, ini karena umumnya kapala silinder terbuat dari campuran aluminium.

Tips
1. JANGAN memakai air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator, gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
2. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
3. Ganti tutup radiator setiap 4 – 5 tahun, tutup aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
4. Ganti hose atas dan bawah ke arah Radiator, hose water feed dan return Throttle Body atau Carburetor, hose reservoir dan hose Heater Core (untuk tipe AC dengan heater) setiap 4 – 5 tahun, harganya murah tetapi sangat vital.
5. Jika sudah berumur 8 – 10 tahun, OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti Radiator Head dan Thermostat.
6. Jangan melepas Thermostat, karena akan mengacaukan suhu kerja mesin serta menyebabkan mesin lebih Boros &coolant mudah menguap.
7. Gunakan Radiator Head original, jangan mengganti dengan Radiator Head dari bahan kuningan, karena jika terjadi over pressure, Packing Cylinder Head yang akan menjadi korban.
8. Periksa motor fan, O-Ring baut pembuangan dan hose ke arah reservoir.